Informasi Politik

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Informasi Travelling

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Informasi Pendidikan Dan Keluarga

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Informasi Lifestyle

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Update Terkini

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Yuk, Kenali Penyebab Alergi Kulit Pada Anak

Alergi kulit pada anak punya banyak jenis dan gejalanya, salah satu alergi kulit pada anak adalah Dermatitid Atopik (DA). Lalu apa itu Dermatitis Atopik itu?  Dermatitis atopik (D.A.) ialah kondisi gejala alergi peradangan kulit yang kronis dan menahun, disertai gatal yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak. Dermatitis atopik sering berkaitan dengan peningkatan kadar immunoglobulin E, dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita.

Gejala Alergi

Sampai saat ini para ahli belum mengetahu secara pasti penyebab terjadinya gejala alergi pada anak termasuk Dermatitis Atopik ini. Namun, ada beberapa faktor yang memengaruhi timbulnya penyakit ini, di antaranya adalah faktor genetik. Perlu juga diketahui penyakit Dermatitis Atopik ini biasa juga disebut dengan eksim atopik.

Arti dari istilah "atopi" adalah sekelompok penyakit pada individu yang memiliki riwayat kepekaan dalam keluarganya. Contohnya adalah asma, pilek alergi, ruam alergi, dan mata merah alergi. Ilah kenapa bayi atau anak rentan sekali menderita penyakit satu ini.

Dermatitis atopik dapat diturunkan pada si Kecil. Lebih dari seperempat anak yang lahir dari seorang ibu penderita atopi akan mengalami dermatitis atopik pada usia 3 bulan pertama. Bila salah satu orangtua menderita atopi, lebih dari separuh jumlah anak akan mengalami gejala alergi sampai usia 2 tahun. Kemungkinan ini meningkat hingga 79% bila kedua orangtua menderita atopi. Risiko mewarisi dermatitis atopik lebih tinggi bila yang menderita dermatitis atopik adalah ibu, dibandingkan dengan ayah. Selain faktor genetik, faktor lain yang ikut berinteraksi dalam munculnya dermatitis atopik adalah faktor lingkungan, obat-obatan, dan  sistem kekebalan tubuh (imunologik).

Alergi sendiri berbeda beda tergantung cara penyebaran dan alergen (zat penyebab alergi). Yuk kita bahas satu persatu.

•    Alergen Hirupan
Beberapa jenis alergen yang termasuk ke dalam hirupan antara lain:

•    Tungau Debu
Tungau atau serangga berukuran kecil kerap beterbangan di sekeliling kita. Alergen ini hidup di sel kulit mati manusia dan kerap ditemui di setiap rumah tempat tinggal, termasuk di tempat tidur, sofa, tirai jendela dan komponen lainnya yang memicu alergi anak.

•    Jamur
Untuk iklim tropis seperti Indonesia, jamur bisa ditemukan di sekitar lingkungan, terutama area yang kurang diperhatikan tingkat higienitasnya. Daerah seperti gundukan parit, ventilasi buruk, atau gudang dsbnya menjadi tempat tumbuhnya jamur yang menyebabkan alergi anak.


•    Hewan Peliharaan
Alergi anak juga bisa dipicu oleh hewan kesayangan, misalnya dari sel kulit mati, air seni, hingga liur. Sisa-sisa dari hewan peliharaan ini bisa dibawa via udara dan muncul di dalam rumah sehingga menyebabkan alergi anak.

•    Serangga
Binatang kecil seperti kecoa sering menjadi penyebab pemicu alergi pada saluran pernapasan seperti asma, hingga gatal-gatal pada kulit.

•    Alergen Makanan
Beberapa alergi anak disebabkan konsumsi makanan antara lain:
•    Susu Sapi
Antara 2-3% balita di bawah usia 3 tahun mengalami alergi protein dalam kandungan susu sapi ataupun susu formula dengan bahan dari sapi. Namun, alergi anak ini umumnya bisa hilang seiring pertumbuhan usianya.

•    Telur
Alergi anak terhadap telur juga umumnya akan hilang seiring pertumbuhan usianya.

•    Makanan Laut
Alergi pada makanan laut juga ditemukan pada orang dewasa, seperti gatal-gatal setelah mengkonsumsi udang atau kepiting.

•    Kacang-kacangan, Soya, dan Gandum
Sebagai bahan makanan yang umum, alergi anak terhadap jenis makanan ini harus dipantau supaya tidak sampai membahayakan kesehatan buah hati.

•    Alergen Kimia
Beberapa alergi anak yang disebabkan oleh paparan benda kimia antara lain:

•    Obat-obatan
Antibiotik adalah salah satu jenis pengobatan yang bisa memicu alergi anak. Karena itu, Bunda harus memperhatikan alergen ini setiap kali berobat ke dokter atau menebus resep. Beritahukan kepada dokter mengenai reaksi alergi buah hati terhadap obat atau antibiotik tertentu.

•    Kimiawi
Produk rumah tangga seperti deterjen, pembersih ruangan, hingga sabun juga bisa menyebabkan alergi anak yang berbeda-beda, terutama pada sistem pernapasan dan kesehatan kulit.