Perhitungan Membayar Pajak Sesuai Tarif yang Berlaku

Tarif Pajak

Tarif pajak adalah jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak pada objek pajak yang menjadi tanggungannya. Apakah selama ini Anda sudah membayar pajak sesuai tarif yang seharusnya. Jika belum, sebaiknya mulai hitung lagi berapa tarif pajak yang dibebankan kepada Anda. Sebagai warga Indonesia, Anda harus taat pajak. Karena pajak digunakan untuk pembangunan Indonesia, sehingga negara kita menjadi negara yang makmur dan sejahtera. 

Adapun manfaat membayar pajak sesuai dengan tarif pajak adalah negara dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Diantaranya seperti jalan, rumah sakit, jembatan, sekolah dan lain sebagainya. Bahkan saat pemilihan presiden pun kita menggunakan pajak. Sebab, dana pemilu berasal dari pajak. Berikut klasifikasi berbagai jenis tarif pajak serta cara menghitungnya! 

Tarif pajak progesif
Jenis pertama adalah tarif paja progesif yaitu tarif pemungutan pajak yang prosentasinya akan kian tinggi jika jumlah dasar pengenaan pajank kian meningkat. Progresif ini berarti jumlah tarif pajaknya berkembang seiring dengan nilai objek pajak. Berdasarkan kenaikan tarifnya, pajak progresif dibagi menjadi 3 yakni : 

·         Tarif Pajak Progresif Progresif yang mana kenaikan prosentasinya semakin meningkat setiap mengalami kenaikan nilai objek pajak pada jumlah tertentu. Misalnya, nilai objek pajak Rp 20 juta, tarif pajaknya Rp 10% atau senilai Rp 2 juta. Jika nilai objek pajak mencapai Rp 30 juta, tarifnya naik 5% yang menjadi 15%. Kalau nilai objek pajaknya Rp 40 juta, maka tarifnya naik sebanyak 7% sehingga menjadi 22%. Begitu seterusnya. 

·         Tarif Pajak Progresif Proporsional, dimana kenaikan prosentasenya tetap di setiap kenaikan nilai objek pajak. Contoh, jika nilai objek Rp 20 juta, tarif pajaknya sebesar 10% bararti senilai Rp 2 juta. Lalu, jika nilai objek Rp 30 juta, tarifnya naik sebesar 5% menjadi 15%. Lalu ketika nilai objek pajak Rp 40 juta, tarisnya naik sebanyak 5% menjadi 20%, begitu seterusnya. Kesimpulannya kenaikan presentasi pajaknya tetap 5% jika kenaikan nilai pajaknya sebesar Rp 10 juta. 

·         Tarif Pajak Progresif Degresif dimana nilai prosentasinya menurun kala ada kenaikan nilai objek pajak pada jumlah tertentu. Misalnya, nilai objek Rp 20 juta, tarifnya 10% berarti senilai Rp 2 juta. Jika nilai objek Rp 30 juta, tarif pajak akan naik 4% yang menjadi 14%. Untuk nilai objek pajak Rp 40 juta, tarif pajaknya naik 3%, sehingga menjadi 13% dan seterusnya. Kenaikan ini akan menuruns 1% setiap ada kenaikan nilai objek pajak sebesar Rp 10 juta. 

Tarif Pajak Proporsional
Jenis berikutnya disebut dengan tarif pajak Proporsional yakni tarif pajak yang prosentasinya tidak berpengaruh karena naik dan turunnya nilai objek pajak. Bisa dikatakan tarif pajak proporsional mempunyai prosentase tetap. Misalnya nilai objek pajak Rp 20 juta, maka tarif pajak 10% atau senilai Rp 2 juta. Lalu, untuk nilai objek sekitar Rp 30 juta, tarif pajaknya tetap 10%. Begitu pula jika objek pajaknya senilai Rp 40 juta, dimana tarif pajak akan tetap 10%. Walaupun nilai objek pajaknya naik, prosentasi tarif pajaknya tetap 10%. 

Tarif Pajak Degresif
Selanjutnya ada Tarif Pajak Degresif yakni tarif pajak dengan prosentase menurun seiring adanya penigkatan nilai objek pajak. Misal, objek pajaknya senilai Rp 20 juta, tarif pajak sebesar 10% atau senilai Rp 2 juta. Jika nilai objeknya mencapai Rp 30 juta, maka tarif pajak menurun 1% menjadi 9%. Berikutnya kalau nilai objek pajak Rp 40 juta, maka tarifnya turun 1% lagi yakni menjadi 8%. 

Selain itu ada pula tarif pajak tetap yakni tarif pajak yang mempunyai nilai nominal tetap dan tidak memandang nilai objek pajak. Misalnya seperti bea materai dengan nilai nominal Rp 3 ribu dan Rp 6 ribu untuk berapapun nilai objek pajaknya.

0 komentar:

Posting Komentar