Informasi Politik

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Informasi Travelling

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Informasi Pendidikan Dan Keluarga

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Informasi Lifestyle

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Update Terkini

Selamat Datang Dan Membaca Informasi Di Blog Nbamavericksauthority.com

Mengaplikasikan Bisnis PPOB Android Tanpa Modal Tahun 2017

Kudo

PPOB adalah bisnis yang memungkinkan seseorang untuk membantu pembayaran rekening listrik pra dan pasca bayar, PDAM, PBB, wesel, serta berbagai kebutuhan lainnya. Bahkan, pembelian tiket pesawat, kereta api atau reservasi hotel. Karena semakin banyak kebutuhan pelanggan terhadap segala pembayaran secara cepat, maka bisnis ini akan banyak menuai keuntungan jika diaplikasikan secara tepat. 

Bagaimana cara mengaplikasikan bisnis PPOB secara tepat? Sebelum mengaplikasikannya, Anda harus mempelajari terlebih dahulu dasar – dasar hukum yang melandasi praktek bisnis PPOB. Peraturan tersebut antara lain Undang Undang Nomor 10 Tahun 1998 serta Nomor 7 Tahun 1998 yang berhubungan dengan Perbankan pada Pasal 1 Butir 2. Selain itu ada juga Dasar hukum internal pada lembaga PLN terkait dengan Peralihan Penerimaan Pembayaran PPOB yang dijelaskan pada dokumen Keputusan Direksi PLN Nomor 021.K/0599/DIR/1995 tertanggal 23 Mei 1995 dengan pembahasan mengenai Pedoman dan Petunjuk Tata Usaha Pelanggan. Pembahasan dasar ini adalah mengenai fungsi penagihan. 
Selain di lembaga PLN, ada juga dasar hukum atau aturan yang mengatur tentang PPOB yaitu Undang Undang Nomor 7 Tahun 1992, Undang Undang Nomor 10 Tahun 1984 yang membahas mengenai sistem Perbankan, dan Undang Undang Nomor 6 Tahun 1984 yang membahas mengenai Pos. Jadi, seluruh layanan yang diberikan oleh bisnis PPOB adalah suatu sistem komprehensif berbasis online dengan dasar hukum amat jelas serta detail. 

Dalam mengaplikasikan bisnis PPOB, yang diperlukan terlebih dahulu adalah rancanga atau rencana. Misalnya saja, melalui website apa binis PPOB dijalankan. Sebagai referensi, maka pilihlah website terpercaya yaitu Kudo. Kudo adalah singkatan dari Kuos Untuk Dagang Online. Kios online ini merupakan wadah yang tepat untuk memfasilitasi pendaftaran agen bisnis PPOB yang terpercaya dan bisa diandalkan. 

Tanpa harus memiliki modal yang berlimpah, Anda akan dapat mendaftar di Kudo. Karena sistemnya yang online, maka Kudo akan memberikan banyak layanan berbasis internet. Selain melalui website www.Kudo.co.id, Anda juga bisa mengakses Kudo melalui aplikasi. Cukup mendownloadnya di Playstrore, maka Anda akan bisa langsung mengaplikasikan bisnis ini. 

Biaya yang diperlukan untuk menjadi agen atau anggota Kudo adalah Rp 10.000,00. Jumlah ini tentu sangat ringan dan tidak memberatkan siapapun. Jadi, kini bisnis PPOB tidak hanya bisa dilakukan orang dengan ketersediaan modal tinggi. Tetapi semua orang dari berbagai latar belakang bahkan pelajar pun bisa memanfaatkannya. 

Cara mendaftar di Kudo sangat mudah, Anda hanya memerlukan koneksi internet dengan membuka websitenya. Lakukan pengisian formulir dengan lengkap. Setelah itu kirim kode verifikasi sesuai dengan SMS yang diberikan oleh Kudo. Jika sudah memverifikasi data, maka selanjutnya isilah deposit sebanyak Rp 10.000,00 minimal. Namun, jumlah tersebut bisa ditingkatkan untuk keperluan yang lebih luas. Lakukan usaha ini secara rajin dan keuntungan berlimpah pun bisa Anda peroleh.

Perhitungan Membayar Pajak Sesuai Tarif yang Berlaku

Tarif Pajak

Tarif pajak adalah jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak pada objek pajak yang menjadi tanggungannya. Apakah selama ini Anda sudah membayar pajak sesuai tarif yang seharusnya. Jika belum, sebaiknya mulai hitung lagi berapa tarif pajak yang dibebankan kepada Anda. Sebagai warga Indonesia, Anda harus taat pajak. Karena pajak digunakan untuk pembangunan Indonesia, sehingga negara kita menjadi negara yang makmur dan sejahtera. 

Adapun manfaat membayar pajak sesuai dengan tarif pajak adalah negara dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Diantaranya seperti jalan, rumah sakit, jembatan, sekolah dan lain sebagainya. Bahkan saat pemilihan presiden pun kita menggunakan pajak. Sebab, dana pemilu berasal dari pajak. Berikut klasifikasi berbagai jenis tarif pajak serta cara menghitungnya! 

Tarif pajak progesif
Jenis pertama adalah tarif paja progesif yaitu tarif pemungutan pajak yang prosentasinya akan kian tinggi jika jumlah dasar pengenaan pajank kian meningkat. Progresif ini berarti jumlah tarif pajaknya berkembang seiring dengan nilai objek pajak. Berdasarkan kenaikan tarifnya, pajak progresif dibagi menjadi 3 yakni : 

·         Tarif Pajak Progresif Progresif yang mana kenaikan prosentasinya semakin meningkat setiap mengalami kenaikan nilai objek pajak pada jumlah tertentu. Misalnya, nilai objek pajak Rp 20 juta, tarif pajaknya Rp 10% atau senilai Rp 2 juta. Jika nilai objek pajak mencapai Rp 30 juta, tarifnya naik 5% yang menjadi 15%. Kalau nilai objek pajaknya Rp 40 juta, maka tarifnya naik sebanyak 7% sehingga menjadi 22%. Begitu seterusnya. 

·         Tarif Pajak Progresif Proporsional, dimana kenaikan prosentasenya tetap di setiap kenaikan nilai objek pajak. Contoh, jika nilai objek Rp 20 juta, tarif pajaknya sebesar 10% bararti senilai Rp 2 juta. Lalu, jika nilai objek Rp 30 juta, tarifnya naik sebesar 5% menjadi 15%. Lalu ketika nilai objek pajak Rp 40 juta, tarisnya naik sebanyak 5% menjadi 20%, begitu seterusnya. Kesimpulannya kenaikan presentasi pajaknya tetap 5% jika kenaikan nilai pajaknya sebesar Rp 10 juta. 

·         Tarif Pajak Progresif Degresif dimana nilai prosentasinya menurun kala ada kenaikan nilai objek pajak pada jumlah tertentu. Misalnya, nilai objek Rp 20 juta, tarifnya 10% berarti senilai Rp 2 juta. Jika nilai objek Rp 30 juta, tarif pajak akan naik 4% yang menjadi 14%. Untuk nilai objek pajak Rp 40 juta, tarif pajaknya naik 3%, sehingga menjadi 13% dan seterusnya. Kenaikan ini akan menuruns 1% setiap ada kenaikan nilai objek pajak sebesar Rp 10 juta. 

Tarif Pajak Proporsional
Jenis berikutnya disebut dengan tarif pajak Proporsional yakni tarif pajak yang prosentasinya tidak berpengaruh karena naik dan turunnya nilai objek pajak. Bisa dikatakan tarif pajak proporsional mempunyai prosentase tetap. Misalnya nilai objek pajak Rp 20 juta, maka tarif pajak 10% atau senilai Rp 2 juta. Lalu, untuk nilai objek sekitar Rp 30 juta, tarif pajaknya tetap 10%. Begitu pula jika objek pajaknya senilai Rp 40 juta, dimana tarif pajak akan tetap 10%. Walaupun nilai objek pajaknya naik, prosentasi tarif pajaknya tetap 10%. 

Tarif Pajak Degresif
Selanjutnya ada Tarif Pajak Degresif yakni tarif pajak dengan prosentase menurun seiring adanya penigkatan nilai objek pajak. Misal, objek pajaknya senilai Rp 20 juta, tarif pajak sebesar 10% atau senilai Rp 2 juta. Jika nilai objeknya mencapai Rp 30 juta, maka tarif pajak menurun 1% menjadi 9%. Berikutnya kalau nilai objek pajak Rp 40 juta, maka tarifnya turun 1% lagi yakni menjadi 8%. 

Selain itu ada pula tarif pajak tetap yakni tarif pajak yang mempunyai nilai nominal tetap dan tidak memandang nilai objek pajak. Misalnya seperti bea materai dengan nilai nominal Rp 3 ribu dan Rp 6 ribu untuk berapapun nilai objek pajaknya.